Saat Sesama Ananda Bertengkar
Oleh Tim Redaksi
Bagi
keluarga yang telah memiliki anak lebih dari satu, perselisihan
diantara sesama saudara adalah hal yang lumrah terjadi. Bagaimana Ayah
dan Bunda berperan dalam menengahi konflik ini? Berikut adalah beberapa
tips yang insya Allah sangat berguna.
1. Bersikap netral.
- Tidak membanding-bandingkan ananda,
- Tidak memihak salah satunya walau benar,
- Tidak menunjukkan kasih sayang yang berbeda,
- Tidak menunjukkan sikap lebih melindungi yang lebih kecil,
- Tidak menyuruh yang lebih tua untuk mengalah atau bertindak lebih dewasa.
- Tidak memberikan hukuman pada salah satunya
- Sikap, tekanan suara, perhatian, dan sentuhan fisik harus seimbang pada masing-masing pihak
2. Bertindak cepat
- Setiap anak harus dilindungi dari kekerasan fisik dan psikologis dari siapapun, termasuk saudaranya
- Setiap anak harus mengalami ketidak-harmonisan. Biarkan dulu saat awal terjadi percekcokan atau pertengkaran.
- Tanda-tanda Ayah-Bunda harus terlibat adalah saat akan terjadi kekerasan fisik dan kata-kata kotor.
- Permusuhan, penyerangan, dan kemarahan tak terkendali diantara anak harus ditangani dengan serius dan penuh kasih sayang
3. Gunakan teknik "
Time Out"
- Metoda
time out adalah penghentian segala bentuk komunikasi.
- Tidak bertanya "Siapa yang memulai perkelahian"
- Pisahkan keduanya segera
- Berikan waktu masing-masing tersendiri di ruang terpisah.
- Tetapkan waktu yang cukup untuk meredakan segala kemarahan.
4. Setelah semua pihak tenang, berikan pengertian kasih sayang,
persaudaraan, dan jangan mengungkit sama sekali apa yang
diperselisihkan sebelumnya.
Print
Kirim
Arsip