TV Di Kamar Anak?
Oleh Tim Redaksi
Beberapa lembaga yang
sangat dipercaya dan berwenang di Amerika (CDC dan Asosiasi Dokter
Anak), menyarankan agar orang tua membatasi anak-anak dalam menonton
TV. Menurut laporan mereka, anak-anak yang disediakan TV di kamarnya,
menonton TV 1.5 jam lebih lama dibandingkan anak-anak yang tidak
disediakan TV di kamarnya. Padahal survei menunjukkan bahwa hanya 30
persen saja anak-anak yang menonton TV kurang dari 2 jam per hari!
Banyak laporan penelitian membuktikan bahwa TV berpengaruh buruk
terhadap perkembangan fisik dan mental anak. Efeknya bisa berupa
prestasi di sekolah buruk karena kurang konsentrasi, tersitanya waktu
belajar, dan kurang bermain. Menonton TV juga berkaitan dengan depresi,
kecemasan, perilaku kriminal, serta kegemukan. Ini bisa dimaklumi,
karena tayangan televisi lebih banyak menonjolkan kekerasan yang
memengaruhi kejiwaan anak-anak. Mereka pun cenderung gemuk, karena
mengemil sewaktu menonton TV.
Berikut tip yang berguna untuk mengendalikan waktu menonton TV pada anak-anak.
1. Jangan menyalakan TV saat jam makan.
2. Hindari memberikan kompensasi (
rewards) dengan memberi kelonggaran lebih lama menonton TV.
3. Berkreasilah membuat acara keluarga sebagai pengalih
4. Tunjukkan cara bersantai tanpa TV, seperti membaca, bermain musik, dll.
5. Tetapkan batasan waktu, acara, dan kondisi dalam menonton TV. Menonton TV adalah pilihan, bukan kebiasaan.
6. Beri teladan. Kedisiplinan Anda dalam mengawasi dan memilih acara, sangat menentukan.
(Dari berbagai sumber)
Print
Kirim
Arsip