Serat dan Gigi Sehat.
Bersama Dr. Ir. Alsuhendra, M.Si
Pertanyaan:
Benarkah untuk mendapatkan gigi yang sehat dan kuat
kita harus mengkonsumsi makanan yang sehat? Bukankah kesehatan gigi hanya dipengaruhi oleh kalsium dan kedisiplinan menggosok gigi? Terima kasih atas jawabannya. (Penanya: Surya - Semarang)
Jawaban:
Gigi yang sehat telah mulai dibentuk sejak awal
kehidupan. Segera setelah ibu hamil,
biasanya antara 6-8 minggu, gigi janin mulai berkembang hingga selama masa
kehamilan. Jika ibu yang hamil mengalami kurang gizi yang parah, misalnya
karena kurang makan makanan bergizi tinggi, struktur gigi janin akan mengalami
perubahan dibandingkan dengan gigi normal. Nanti, setelah anak tersebut dewasa,
giginya mempunyai resiko besar untuk rusak.
Untuk mendapatkan gigi yang baik perlu diperhatikan
diet yang baik selama kehamilan. Namun,
terlalu ibu hamil yang terlalu berlebihan mengkonsumsi gizi juga dapat
menimbulkan kelainan pada mulut janin.
Karena itu, mengkonsumsi suplemen selama hamil harus di bawah pengawasan
dokter atau ahli gizi.
Ada beberapa zat gizi yang diperlukan untuk
membentuk gigi yang sehat selama masa pembentukan dan perkembangan gigi. Zat
gizi yang penting tersebut adalah kalsium (Ca), fosfor (P), vitamin D, dan
protein. Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan untuk memberikan
kekerasan dan kekuatan pada tulang dan gigi. Garam kalsium secara teratur
dimasukkan kedalam jaringan tulang dan diserap kembali dari jaringan tulang.
Kalsium dan fosfor dapat memperkuat gigi. Kekurangan Ca dan P pada masa
pembentukan dan pertumbuhan gigi mengakibatkan terjadinya kurang berkembangnya
enamel gigi dan gigi menjadi rentan terhadap penyakit karies gigi.
Vitamin D juga sangat dibutuhkan untuk membentuk
tulang dan gigi. Jika terjadi kekurangan vitamin D, maka penyerapan Ca dan P
menjadi terganggu. Fluorida (F) yang seringkali ditambahkan pada pasta gigi
penting untuk memperkeras enamel gigi dan stabilitas mineral tulang serta
meningkatkan kepadatan tulang. Dari
hasil penelitian ternyata konsumsi F yang cukup dapat menurunkan kejadian
karies gigi.
Protein dapat memperkuat gigi,
sehingga gigi terhindar dari penyakit karies.
Dalam hal ini, protein mempengaruhi kandungan air ludah atau saliva dan
jumlah sel imun (sel kekebalan) pada air ludah. Memang, salah satu fungsi dari
protein adalah membentuk sel-sel imun untuk pertahanan tubuh. Kekurangan protein pada masa pembentukan
tulang rahang dapat meningkatkan resiko terkena karies gigi.
Print
Kirim
Arsip