Forum Diskusi

Join Groups
Anda bisa bergabung dengan layanan milis di yahoo dengan memasukan email anda diform berikut:
Album Keluarga



Newsletter AyahBunda
Dapatkan artikel dan tulisan menarik dari AyahBundaku diemail Anda:
Nama Lengkap :
Email Address :
  Konsultasi Gizi dan Keluarga
Bakteri di Pencernaan
Bersama Dr. Ir. Alsuhendra, M.Si

Pertanyaan: Untuk menghindari susah buang air besar, disarankan makan yang tidak dapat dicerna. Terus, bagaimana nasib sisa-sisa makanan tersebut. Benarkah di dalam saluran pencernaan kita ada bakteri penghancur sisa-sisa makanan? (Penanya : Dedi - Bogor)

Jawaban: Tubuh kita disusun oleh sejumlah organ yang dibutuhkan untuk mencerna dan menyerap makanan yang disebut dengan alat pencernaan. Alat pencernaan  dimulai dari mulut, esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar.  Di dalam mulut makanan dihancurkan pertama kali dengan bantuan gigi.  Ketika sudah halus, makanan didorong masuk ke dalam lambung setelah melewati esofagus.  Zat gizi yang terdapat di dalam makanan sebagian besar diserap di usus halus. 

Para ahli membagi usus halus menjadi 3 bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.  Hampir semua penyerapan zat gizi terjadi di dalam duodenum dan jejunum.  Bagian tengah dan bawah usus besar, terutama dihuni oleh bermacam-macam bakteri dalam jumlah yang banyak. Termasuk di dalam jenis bakteri tersebut adalah Escherichia coli dan banyak jenis Eubacteria, Bacteriode, Streptococci, Clostridia, Bacilli, Peptococci, Klebsiela, Staphylococci, Peptostreptococci, dan Lactobacilli. 

Bakteri di dalam usus besar bertugas mencerna sisa-sisa bahan makanan yang tidak tercerna.  Beberapa bakteri disebut bakteri baik karena menghasilkan vitamin yang disumbangkan untuk keperluan tubuh.  Bakteri ini juga ikut serta dalam menjaga keseimbangan amonia, memodifikasi asam empedu, dan modifikasi produk-produk pecahan hemoglobin.  Hasil modifikasi ini akan memberikan warna pada urin dan feses. 

Apakah pemberian antibiotik dapat membunuh bakteri-bakteri tersebut? Ternyata tingkat  kematian bakteri tergantung pada luas spektrum antibiotik dan populasi bakteri yang ada.  Pemberian antibiotik secara rutin selama 7-10 hari rupanya akan mematikan sebagian besar dari bakteri.  Jadi, kita harus hati-hati minum obat yang mengandung antibiotik agar bakteri baik yang kita miliki tidak ikut terbunuh.

PrintPrint KirimKirim ArsipArsip RSSRSS
Bookmark and Share


Ruang Ayah Edy

Ibu Kedua Anak Kita
Kita mungkin tidak bisa konsisten tapi program TV selalu konsisten dan hadir tepat waktu. Kita mungkin lupa mengkonfirmasikan pada anak kita bahwa hari ini kita akan pulang terlambat, tapi TV tidak pernah lupa untuk mengkonfirmasikan ... baca selengkapnya....
Konsultasi Gizi dan Keluarga

Pemasakan Dikukus
Saat terjadi kelangkaan minyak goreng, banyak pakar menyarankan untuk memasak makanan dengan cara direbus atau dikukus. Mengapa pemasakan dengan cara dikukus dianggap lebih baik untuk menyelamatkan zat gizi dalam makanan? (Penanya: Ibu Nirmala - Cibinong). baca jawabannya....
Dongeng Untuk Ananda

Saudagar Jerami
Dahulu kala, ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. Ia bekerja untuk ladang orang lain dan tinggal dilumbung rumah majikannya. Suatu hari, Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Wahai, Dewa Rahmat! Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh, tapi kehidupanku tidak berkercukupan". baca selengkapnya....
Jajak Pendapat

Permasalahan pada Ananda yang utama dan sulit diatasi?

 Dampak negatif pergaulan
 Prestasi sekolah rendah
 Perilaku kurang terpuji
 Sulit diajak berkomunikasi
 Tidak akur dengan saudara
 Boros uang jajan
 Tidak disiplin

 
Nama Bayi Hari Ini

Nama anak kita adalah doa untuknya, dan nama bayi hari ini adalah Shifwah yang artinya Sahabat yang akrab
lihat nama lainnya....