Manfaat serat
Bersama Dr. Ir. Alsuhendra, M.Si
Pertanyaan:
Anak saya sulit sekali makan sayur dan buah-buahan. Melihat beberapa iklan, saya coba memberikan agar (terkadang jeli) yang katanya banyak seratnya. Benarkah serat makanan itu tidak bisa dicerna? Apakah manfaat serat bagi tubuh? Terima kasih. (Penanya: Nunik - Yogya).
Jawaban:
Serat makanan atau serat pangan (
dietary fiber) merupakan bagian makanan
yang berasal dari tanaman. Bagian ini
umumnya termasuk kelompok karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan diserap oleh
sistem pencernaan manusia normal.
Beberapa contoh serat adalah selulosa, hemiselolsa, pektin dan gum.
Mengapa serat tidak bisa dicerna? Untuk mencerna
suatu bahan, tubuh harus memiliki enzim yang sesuai dengan bahan yang akan
dicerna tersebut. Begitu pula dengan
serat makanan, tubuh pun harus memiliki
enzim untuk mencernanya. Sayang sekali,
tubuh kita tidak memiliki enzim pencerna serat makanan, sehingga serat tidak
dapat dicerna. Berbeda dengan sapi yang
memiliki banyak enzim pencerna serat yang diperolehnya dari rumput, seperti
enzim selulase yang mencerna selulosa menjadi glukosa, yang selanjutnya dapat
diubah menjadi energi. Dengan mencerna
serat, sapi dapat memperoleh energi dari rumput untuk bergerak dan keperluan
lainnya.
Istilah serat makanan sendiri ternyata bukanlah
istilah yang tepat, karena bahan tersebut sebenarnya tidak berserat, tidak
panjang seperti benang, tetapi dapat larut dalam air. Karena itu, serat banyak dimanfaatkan dalam
pengolahan makanan, seperti pektin yang biasa dipakai sebagai pengental pada
pembuatan jeli, selai, marmalade, minuman ringan dan es krim.
Para ahli membagi serat menjadi 2 kelompok, yaitu
serat larut (
soluble dietary fiber)
dan serat tidak larut air (
insoluble
dietary fiber). Serat larut air
adalah serat makanan yang dapat larut dalam air hangat atau panas, serta dapat
diendapkan oleh air yang telah dicampur dengan empat bagian alkohol. Pektin, gum, musilase dan
beberapa hemiselulosa adalah serat yang larut dalam air, karena dapat berikatan
dengan air. Jumlahnya menempati
sepertiga bagian dari jumlah total serat makanan (
total dietary fiber). Sementara itu, serat tidak larut diartikan
sebagai serat makanan yang tidak dapat larut dalam air hangat ataupun
dingin. Jenis serat ini meliputi
selulosa, lignin, sebagian besar hemiselulosa, sejumlah kecil kutin, lilin
tanaman dan kadang-kadang senyawa yang tidak larut.
Komponen serat yang larut
dalam air, seperti pektin dan gum, biasanya ditemukan terlarut dalam
sumbernya. Pektin banyak terdapat dalam
apel dan buah serta sayuran, serealia, kacang-kacangan serta gula bit. Sedangkan gum banyak terdapat di dalam oat
dan barley, di samping itu gum juga banyak terdapat dalam rumput laut (agar,
algin, atau karagenan), serta di dalam pohon atau tanaman perdu (gum arab).
Meskipun tidak dapat dicerna,
serat bukan berarti tidak bermanfaat bagi tubuh. Serat larut air dapat pula menurunkan kadar kolesterol darah
dan menurunkan penyerapan glukosa darah.
Karena itu, serat ini baik bagi penderita diabetes mellitus. Serat larut
air dapat teradsorpsi pada enzim dan substrat, sehingga akan memperlambat
pencernaan makanan oleh enzim. Serat larut air dapat membentuk gel, sehingga
mempercepat penuhnya isi lambung.
Keadaan ini menyebabkan rasa lebih cepat kenyang karena membuat volume
makanan menjadi besar. Manfaat ini dapat
dimanfaatkan untuk mempertahankan berat badan normal.. Serat ini juga dapat
membuat larutan dengan viskositas berbeda-beda atau membentuk gel dengan
kekuatan gel berbeda.
Serat makanan tidak larut dapat meningkatkan konsistensi feses dan laju
alir makanan di dalam saluran pencernaan.
Efek yang terakhir ini disebut penurunan waktu transit makanan. Melalui efek ini serat tidak larut berperan
penting dalam pencegahan disfungsi alat pencernaan seperti konstipasi,
hemoroid, kanker usus besar dan infeksi usus buntu.
Serat tidak larut air seperti
selulosa dapat meningkatkan berat feses dan frekuensi pengeluarannya, tingkat
kelunakan feses, kepadatan feses, dan menurunkan waktu transit.Serat tidak
larut air dapat mencegah terjadinya kanker usus besar (kolon). Serat tidak
larut air jenis hemiselulosa dapat difermentasi di dalam usus besar, sehingga
memberikan kontribusi terhadap keseimbangan energi tubuh.
Print
Kirim
Arsip