Kisah Telandan
Kamis, 01 Oktober 2009 11:47 WIB
LEBARAN - LEtih BAreng ANak
Lebaran tahun ini sungguh berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Yup..., lebaran sekarang status saya sudah berubah 180 derajat menjadi seorang ayah. Dan tentu saja, ini adalah kali pertama saya berlebaran di kampung bersama dengan anak saya tercinta Arcello yang sudah berumur 1 tahun.
baca selengkapnya...
Senin, 13 Juli 2009 14:47 WIB
Tangan Terindah di Dunia
Ketika ibu saya berkunjung, Ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain. Dan saya bukanlah orang yang sabar. Walau demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan.
baca selengkapnya...
Jum'at, 10 Juli 2009 14:14 WIB
Mandikan Aku Bunda
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ’’Why not the best,’’ katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
baca selengkapnya...
Kamis, 02 Juli 2009 11:08 WIB
Tubuh Mungil Itu Mengharap Surga
Tubuh mungil itupun terjerembab jatuh setelah didorong bapaknya yang sedang kesetanan. Tidak puas melihat anaknya menahan tangis, tongkat sapu pun dilayangkan hingga mengenai pantat anak kecil yang baru 6 tahun itu. Tiga pukulan yang keras akhirnya membuat tangis anak itu menggelegar.
baca selengkapnya...
Senin, 01 Juni 2009 13:07 WIB
Sandal Jepit Istriku
Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.
"Ummi... Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!" Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.
"Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan ...
baca selengkapnya...