7 Cara Maksimalkan Kecerdasan Anak
Oleh Fitri Yulianti
SETIAP
anak dilahirkan dengan segala karakter, sifat, dan kecerdasannya. Seperti apa
semua bekal dari Tuhan itu akan berkembang di kemudian hari, tergantung pada
stimulasi apa yang mereka terima selama tumbuh.
Para peneliti kecerdasan individu selalu melihat gambaran menyeluruh saat
mengukur inteligensi anak-anak. Psikologis Howard Gardner’s, penemu
Multiple
Intelligence Theory (Teori Kecerdasan Ganda) menguatkan fakta bahwa banyak
perbedaan dalam cara seorang anak menjadi cerdas. Merunut pada sebuah
pertanyaan, "Sepintar apa anak ini?", sebuah pertanyaan yang baik
akan berbunyi, "Bagaimana anak ini bisa pintar?".
Selama tumbuh kembangnya, anak-anak belajar bagaimana bisa hidup bersama orang
lain dan menemukan kebutuhan sendiri. Hal tersebut memberi kontribusi pada
perkembangan kecerdasan mereka.
Multiple Intelligence Theory
Menurut
Multiple Intelligence Theory, masing-masing kita memiliki tujuh
kecerdasan atau cara untuk menjadi cerdas. Beberapa dari kita sangat piawai
dalam ketrampilan tangan, lainnya bagus dalam membuat irama musik, atau
mendendangkan lagu. Masing-masing tipe kecerdasan menjadi modal kita untuk
memberikan sesuatu pada dunia. Apa yang menjadikan unik adalah cara kita
mengekspresikan kecerdasan tersebut dalam kehidupan.
Berdasarkan teori tersebut, kita dapat membantu anak-anak meningkatkan kekuatan
individunya. Tapi jangan terburu-buru melabeli seorang anak usia prasekolah
nantinya akan menjadi seorang akuntan, artis, atau atlet, tanpa memberinya
kesempatan mengeksplorasi dunia, bekerja dengan keterampilannya, dan membangun
kemampuan diri.
Bayangkan seseorang yang tengah tumbuh tapi tidak dapat melakukan apapun selain
menulis puisi, atau memecahkan masalah aljabar. Tentu membosankan. Untuk melakukan
aktivitas sehari-hari seperti mengemudikan mobil atau mempraktikkan sebuah
resep, seseorang harus cerdas dengan cara lain. Pada dasarnya, kita adalah
manusia cerdas dengan ketujuh kecerdasan tersebut.
Berikut profesi-profesi yang memaksimalkan salah satu komponen
multiple intelligences, seperti
diungkapkan
Health24:
Word smart
Profesi jurnalis, pengacara, dan pendongeng punya kemampuan apa yang disebut
Gardner sebagai kecerdasan bahasa. Orang-orang dengan kecerdasan ini sangat
baik dalam menggunakan kemampuan menulis dan bicara saat berkomunikasi.
Logic smart
Orang dengan kecerdasan
logical-mathematical sangat baik dalam
berargumen, dan berpikir logis atas sebab-akibat. Peneliti, akuntan, dan
programmer
komputer secara umum memiliki kemampuan ini.
Picture smart
Dikenal pula sebagai
spatial intelligence, yakni orang-orang mudah
memvisualisasikan atau mengambar sesuatu secara akurat.
Music smart
Kecerdasan musikal adalah kecerdasan bermusik dan bernyanyi. Orang-orang dengan
kecerdasan ini sangat menguasai melodi.
Body smart
Individu dengan
bodily-kinesthetic intelligence sangat mudah
mengendalikan pergerakan tubuhnya. Tidak hanya pada olahraga luar ruangan, tapi
juga pekerjaan seperti menjahit dan bertukang.
Person smart
Beberapa orang memiliki kemampuan merespons dan memahami orang lain. Kecerdasan
ini adalah sebuah anugerah di mana ia bisa dengan mudah melihat sesuatu dari
perspektif lain.
Self smart
Orang-orang dengan kecerdasan ini cenderung lebih bersahaja dan bisa dengan
mudah "memasuki" perasaan mereka lewat instropeksi dan meditasi.
Dengan mengeksplorasi semua kecerdasan tersebut, anak-anak akan menjadi
individu yang lebih komprehensif dan bisa sukses di banyak aspek kehidupannya.
Kita, terutama orangtua harus melihat perbedaan tersebut sebagai sebagai kekuatan
diri setiap anak.
Beberapa anak memberi respons lebih pada kata-kata, sementara anak lainnya
dengan musik, dan banyak hal lain. Intinya, biarkanlah anak-anak
mengekspresikan diri. Jika mereka diberi kesempatan belajar dan meningkatkan
diri di wilayah kehidupan yang mereka pilih, mereka tidak hanya akan menjadi
kuat, tapi juga tumbuh menjadi pribadi cerdas di banyak cara dibanding lainnya.
(okezone)
Print
Kirim
Arsip