Anak Cerdas Berawal dari Rumah
Oleh Tim Redaksi
JAKARTA-- Anak belajar mengucapkan
kata pertama, merangkak, berjalan hingga belajar sopan santun dan yang
berkaitan dengan kecerdasan berawal dari rumah. Sebagai tokoh panutan utama,
orangtua perlu memahami perkembangan otak si kecil.
Menurut dokter anak spesialis syaraf Fakultas Kedokteran Universitan Indonesia
(FK-UI), Dr Dwi putro Widodo, SpA(K), proses perkembangan otak anak terbagi
menjadi dua tahap yaitu pembentukan sinaps (koneksi) dan transmisi sel otak
(komunikasi).
"Pada tahap pertama sel-sel otak membentuk sinaps, yaitu penghubung antara
dua ujung sel-sel yang berbeda. Sedangkan tahap komunikasi adalah tahap dimana
adanya penyampaian pesan antar sel otak. Fase ini adalah fase dimana proses
pembelajaran dan daya ingat dimulai," paparnya.
Untuk mengoptimalkan proses perkembangan otak anak itu tidak cukup dengan
nutrisi saja tapi juga stimulasi.
Hal senada dituturkan Psikolog anak,
Dr Rose Mini AP, Mpsi. Dia mengatakan, saat itu otak anak bagai spons baru yang
mampu menyerap segala hal dengan cepat dan maksimal. "Untuk itu
makin banyak pengalaman dan pembelajaran anak, maka makin banyak yang terserap
dan anak akan tumbuh cerdas," ungkap psikolog yang disapa mbak Romi itu.
Namun orang tua harus pandai mengaturnya, tidak asal-asalan sehingga anak dapat
berkembang sesuai dengan kapasitasnya, lanjut Romi. Stimulus yang seimbang bagi
otak kiri dan otak kanan akan membantu anak memiliki kemampuan yang seimbang
juga antara kemampuan khas otak kiri dan kanan.
Bermain
Stimulus yang paling menyenangkan dan efektif bagi anak adalah dengan bermain.
Dengan meluangkan waktu di tengah kesibukan orang tua dapat mengajak anak
bermain, misalnya dengan bermain musik, bercerita atau melukis. Dengan melukis
anak dapat mempelajari berbagai macam warna, sedangkan dengan bercerita atau
membaca anak akan mempelajari banyak kosa kata.
"Biarkan anak memilih permainannya sendiri, dengan begitu anak akan
mendapatkan berbagai pengalaman yang menarik rasa ingin tahunya," imbuh
Romi.
Berikan juga anak permainan yang dapat membantu memaksimalkan kemampuan otak
dan pikiran seperti permainan yang dapat mengenalkan perbedaan dan klasifikasi.
Permainan
building blocks atau permainan yang melatih kemampuan
emosional dan imajinasi seperti alat musik, permainan yang melatih kemampuan
logis dan akal seperti puzzle serta permainan yang dapat melatih konsentrasi
dan ingatannya.
Menstimulasi anak dengan bermain sangat menyenangkan dan dapat membantu orang
tua melihat kecerdasan pada anak-anaknya. Kemampuan orang tua melihat potensi
dan bakat anak sangatlah penting karena masing-masing anak memiliki jenis
kecerdasan berbeda.
Sementara itu, Motivator Gobind Vashdev menegaskan pentingnya orang tua
menyadari besarnya peran mereka bagi perkembangan anak, terutama untuk
perkembangan otak.
Dia memaparkan, untuk mencapai hasil yang optimal, orang tua pun perlu
mengenali kekuatan dan kelemahan masing-masing, agar saling melengkapi dan
membantu dalam memberikan stimulasi pada anak. Orang tua juga wajib mencari
tahu perkembangan terbaru tentang nutrisi dan stimulasi yang baik bagi
perkembangan anak.
(Republika)
Print
Kirim
Arsip