Forum Diskusi

Join Groups
Anda bisa bergabung dengan layanan milis di yahoo dengan memasukan email anda diform berikut:
Album Keluarga



Newsletter AyahBunda
Dapatkan artikel dan tulisan menarik dari AyahBundaku diemail Anda:
Nama Lengkap :
Email Address :
  Dongeng Untuk Ananda
Harpa Ajaib
Oleh Kak Rico

Dahulu saat peri-peri masih sering mengunjungi manusia, mereka sering pergi ke pemukiman-pemukiman penduduk dengan menyamar. Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat-sifat penduduknya. Mereka yang bertingkah buruk saat menerima para peri tersebut, akan mendapatkan bencana seumur hidup mereka. Beruntunglah bagi mereka yang bersikap baik, karena para peri tidak segan-segan menghadiahkan berbagai hadiah untuk mereka.

Malam itu Morgan ap Rhys, menikmati kesendiriannya di depan perapian. Menikmati kepulan asap dari pipa tembakaunya dengan ditemani secangkir air jahe yang hangat. Aliran air hangat yang dihirupnya membangkitkan semangat di dalam dirinya sehingga tanpa disadari dia mulai bersenandung. Tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya, tapi suaranya yang indah membuat senandung itu begitu merdu. Dia sangat berhati-hati dalam memilih nada, karena sedikit saja nadanya meleset, maka lagu tersebut tidak lebih berarti dari suara lenguhan sapi, begitu pikirnya. Morgan sangat menikmati lagu ciptaannya. Sayang, tidak ada seorangpun yang menikmati lagunya. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. 

"Wah rupanya ada orang yang mendengar laguku," pikir Morgan. Maka dia bernyanyi dengan lebih bersemangat. Kembali terdengar ketukan di pintu. 

"Hola! Masuklah! PIntu itu tidak dikunci. Mari. Mari," kata Morgan. Pintu terbuka, dan masuklah 3 orang pengelana yang berpakaian lusuh dan berantakan. Jika anda menebak mereka adalah peri yang menyamar, anda benar. Mereka ingin tahu bagaimana sikap Morgan saat menerima tamu yang tidak dikenalnya. 

"Selamat malam tuan!" kata peri. "Kami kelelahan dan kelaparan. Bolehkah kami meminta sedikit makanan untuk mengisi kantung perbekalan kami. Dan setelah itu kami akan pergi."

"Oh tentu! Tentu! Bagaimana kalau roti dan keju? Silahkan ambil sendiri sebanyak yang kau mau!" kata Morgan. Sementara para pengelana itu makan dan minum dengan lahap, Morgan menghibur mereka dengan bersenandung riang hingga tamunya merasa terhibur. Para pengelana yang adalah peri itu sangat senang dengan perlakuan Morgan terhadap mereka. Saat akan meninggalkan rumah Morgan mereka berkata: "Terima kasih. Anda baik sekali! Dan karena anda telah bersikap begitu baik, kami akan memberikan hadiah untukmu. Sebutkanlah satu keinginanmu dan kami akan memenuhinya!" 

"Yah sebenarnya sih aku ingin sekali memiliki sebuah harpa. Yang seperti apapun aku memetik senarnya, dia akan menghasilkan musik yang bisa membuat orang bahagia dan menari. Meski seperti yang kau lihat, tidak ada jiwa pemusik sedikit pun di diriku. Tapi kalian kan cuma bercand...." 

Wuzz!! Sebelum Morgan selesai bicara, secara ajaib muncul sebuah harpa yang indah di depannya. Dia terkejut dan kemudian menyadari bahwa tamu-tamunya telah menghilang. "Mereka pastilah peri!" pikirnya. Morgan mengelus-elus harpanya karena takut harpa itu akan hilang dan dia hanya berhalusinasi karena mabuk kebanyakan minum air jahe. Tapi tentu saja harpa itu tetap ada di situ meski pikirannya sudah kembali sejernih air. Maka dia pun mulai mencoba memetik senarnya. Begitu jari Morgan menyentuh senarnya, mengalunlah musik yang menghentak. Kemudian tiba-tiba istri Morgan dan beberapa orang lagi menyerbu masuk dan mulai menari. Dan selama jari-jari Morgan masih menempel di harpanya, mereka terus menari seperti orang gila.

Berita mengenai Morgan yang memiliki harpa ajaib tersebar fengan cepat. Banyak orang berdatangan hanya untuk melihat dan membuktikan kebenaran berita itu. Dan Morgan akan memetik harpanya sehingga mereka yang datang tidak bisa menahan diri untuk tidak menari. Orang-orang dari tempat jauh berdatangan untuk menari. Orang tua jompo dan bahkan orang yang berkaki satu pun tiba-tiba dapat menari dengan lincah begitu mendengar musik dari harpa tersebut. Suatu hari datanglah seseorang yang pernah menghina Morgan dan Morgan yang masih merasa sakit hati memutuskan untuk membalas dendam. Dipetiknya harpanya dan mulailah orang itu menari. Semakin lama musiknya semakin cepat dan orang tersebut menari semakin gila hingga ia merasa kelelahan dan berteriak meminta Morgan untuk berhenti.

Namun alih-alih menghentikan musiknya, Morgan semakin bersemangat dan tertawa terbahak-bahak hingga berurai air mata. Barulah setelah orang itu terkapar pingsan karena kelelahan, Morgan menghentikan musiknya. Dia merasa puas dengan pembalasan dendamnya. Namun itulah terakhir kalinya Morgan memainkan harpa ajaibnya. Karena esok harinya ketika ia bangun dari tidurnya, harpa itu telah lenyap. Rupanya para peri tidak senang dengan kelakuan buruk Morgan dan memutuskan untuk mengambil kembali hadiahnya. Itulah pelajaran bagi orang yang menyia-nyiakan hadiah atau rizki dari Tuhan. Jangan sampai Dia murka dan mengambil kembali apa yang telah diberikan-Nya pada kita.


PrintPrint KirimKirim ArsipArsip RSSRSS
Bookmark and Share


Ruang Ayah Edy

Ibu Kedua Anak Kita
Kita mungkin tidak bisa konsisten tapi program TV selalu konsisten dan hadir tepat waktu. Kita mungkin lupa mengkonfirmasikan pada anak kita bahwa hari ini kita akan pulang terlambat, tapi TV tidak pernah lupa untuk mengkonfirmasikan ... baca selengkapnya....
Konsultasi Gizi dan Keluarga

Pemasakan Dikukus
Saat terjadi kelangkaan minyak goreng, banyak pakar menyarankan untuk memasak makanan dengan cara direbus atau dikukus. Mengapa pemasakan dengan cara dikukus dianggap lebih baik untuk menyelamatkan zat gizi dalam makanan? (Penanya: Ibu Nirmala - Cibinong). baca jawabannya....
Dongeng Untuk Ananda

Saudagar Jerami
Dahulu kala, ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. Ia bekerja untuk ladang orang lain dan tinggal dilumbung rumah majikannya. Suatu hari, Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Wahai, Dewa Rahmat! Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh, tapi kehidupanku tidak berkercukupan". baca selengkapnya....
Jajak Pendapat

Permasalahan pada Ananda yang utama dan sulit diatasi?

 Dampak negatif pergaulan
 Prestasi sekolah rendah
 Perilaku kurang terpuji
 Sulit diajak berkomunikasi
 Tidak akur dengan saudara
 Boros uang jajan
 Tidak disiplin

 
Nama Bayi Hari Ini

Nama anak kita adalah doa untuknya, dan nama bayi hari ini adalah Tam yang artinya Hati
lihat nama lainnya....