Forum Diskusi

Join Groups
Anda bisa bergabung dengan layanan milis di yahoo dengan memasukan email anda diform berikut:
Album Keluarga



Newsletter AyahBunda
Dapatkan artikel dan tulisan menarik dari AyahBundaku diemail Anda:
Nama Lengkap :
Email Address :
Bersama Bunda Neno
Ayah Kelinci

Buku itu sudah lusuh. Lebih lusuh dari saat terakhir saya melihatnya. Mungkin sekitar 3 atau 4 tahun lalu saat putri bungsu saya berusia sekitar 6 tahun. Menemukan buku itu kembali di salah satu bok buku lama di gudang, membuat pikiran saya bernostagia, penuh perenungan sebab tanpa buku kecil manis itu, mungkin saya tidak sebegini meyakininya; Bahwa peran keayahan di negeri ini harus dibangun kembali.

Ayah bukan sekedar makhluk gagah temannya ibu. Ayah adalah makhluk hebat yang Allah ciptakan untuk melakukan pendidikan terbaik di dalam rumah. Tidak seorang ibu hebat pun dapat melakukannya dengan utuh, sesempurna ayah jika ia mau melakukannya, pada hal-hal yang khas istimewa milik ayah.

Buku kecil itu mengatakannya dengan sangat sederhana. Sebuah cerita tentang seekor bayi kelinci yang baru lahir. Masing-masing anggota keluarga menyatakan harapan mereka. Bermacam-macam. Ada yang ingin sang bayi kelinci menjadi petugas pemadam kebakaran, menjadi pemilik toko permen, jadi dokter, pengusaha, pemilik peternakan, masinis kereta api, koki hebat, penakluk beruang, bahkan, dan masih sederet ragam ragam keinginan mereka terhadap si bayi kelinci untuk nanti ia akan menjadi apa jika dewasa.

Sang tokoh utama, bayi kelinci itu, digambarkan hanya tersenyum, asyik bermain dan mendengarkan semua harapan\"orang\" dewasa di sekitarnya dengan mata berbinar gembira menikmati cinta!

Hanya di dua lembar terakhir, sang bayi kelinci bicara. Ternyata ia mengatakan sebuah kalimat besar yang memesona! Dia bilang pada semua \"orang\" yang mencintainya itu bahwa ia tidak ingin menjadi seperti yang dikatakan oleh ayah ibu, nenek kakek, paman bibi, sepupu, tetangga dan sahabat-sahabat keluarga lainnya.

Ia sudah punya keinginannya sendiri!
Ia hanya ingin menjadi AYAH KELINCI! Menjadi ayah kelinci yang setiap malam mendongengkan anak-anak kelinci cerita-cerita yang menarik, membopong mereka ke kamar kecil sambil bercanda, dan kembali menemani ... sampai kelinci-kelinci kecil tertidur lelap dalam kisah pengembaraan dan imajinasi yang tak akan pernah terulang lagi ....

Kisah-kisah keberanian, kejantanan yang penuh kearifan, keksatriaan dan berani mengakui kesalahan, memimpin dengan kasih sayang dan kelembutan, ketajaman mengendus bahaya, ketepatan dalam mengambil keputusan, mengembangkan rasa humor yang patut, berani bekerja, mampu bekerjasama dalam keberbedaan, mengenal petualangan di alam bebas, mengantisipasi keadaan darurat, memecahkan masalah dengan keadilan ... memanah, berenang, berkuda ... mengenal listrik sederhana di rumah, memasak gaya ayah, membuat peti kemas, memanjat pohon, menanam dan memupuk, menggergaji, menundukkan ular, membersihkan kamar mandi, mengatur gudang, mencuci motor atau mobil, belajar mencukur ... dan ... bagaimana ia harus dapat melindungi dan mencintai anak anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu dari cucu-cucunya. Oh, alangkah banyak yang dapat ayah ajarkan pada anak anak lelakinya ....

Kemana ayah kelinci hari ini? Kenapa lebih banyak ayah kelinci yang selalu berangkat pagi dan pulang sore atau malam hari? Lalu ia baca koran, minum kopi, dan tidak berterimakasih ketika semua baju tersetrika rapih serta makanan siap selalu di meja .... Dan di hari Sabtu dan Ahad,ayah kelinci lebih sering janjian olah raga dengan para ayah kelinci lain dengan meninggalkan piring dan sendok yang berserakan bekas makan? Dan selepas tidur siang, ada kajian panjang di majlis sampai tengah malam.

Jadi kapan ayah kelinci main dan melayani anak-anak?  Kapan pula ayah kelinci tidak hanya minta dilayani oleh ibu dan juga para pembantu?

Kemana perginya peran ayah kelinci hari ini?

Mungkinkah kita membuat HARI AYAH? Kapan?  


PrintPrint KirimKirim ArsipArsip RSSRSS
Bookmark and Share


Ruang Ayah Edy

Ibu Kedua Anak Kita
Kita mungkin tidak bisa konsisten tapi program TV selalu konsisten dan hadir tepat waktu. Kita mungkin lupa mengkonfirmasikan pada anak kita bahwa hari ini kita akan pulang terlambat, tapi TV tidak pernah lupa untuk mengkonfirmasikan ... baca selengkapnya....
Konsultasi Gizi dan Keluarga

Pemasakan Dikukus
Saat terjadi kelangkaan minyak goreng, banyak pakar menyarankan untuk memasak makanan dengan cara direbus atau dikukus. Mengapa pemasakan dengan cara dikukus dianggap lebih baik untuk menyelamatkan zat gizi dalam makanan? (Penanya: Ibu Nirmala - Cibinong). baca jawabannya....
Dongeng Untuk Ananda

Saudagar Jerami
Dahulu kala, ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. Ia bekerja untuk ladang orang lain dan tinggal dilumbung rumah majikannya. Suatu hari, Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Wahai, Dewa Rahmat! Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh, tapi kehidupanku tidak berkercukupan". baca selengkapnya....
Jajak Pendapat

Permasalahan pada Ananda yang utama dan sulit diatasi?

 Dampak negatif pergaulan
 Prestasi sekolah rendah
 Perilaku kurang terpuji
 Sulit diajak berkomunikasi
 Tidak akur dengan saudara
 Boros uang jajan
 Tidak disiplin

 
Nama Bayi Hari Ini

Nama anak kita adalah doa untuknya, dan nama bayi hari ini adalah Tony yang artinya Bentuk lain dari ANTHONY - tak ternilai
lihat nama lainnya....